kalo dipikir-pikir, mungkin energi pada petir tersebut bisa kita manfaatkan sebagai alat pembangkit listrik.
logikanya begini, misalkan energi pada petir merupakan energi yang bersifat posiif (+) dan media tempat menjalarnya petir bersifat negatif (-), maka kita perlu membuat alat yang menyerupai sifat tersebut sebagai alat untuk menyerap energi (+) petir. saat ini sudah ada alat penangkal petir yang biasa di tarok di gedung-gedung tinggi, kalo gak salah, energi (+) tersebut saat menyambar disalurkan kedalam tanah. kenapa kita tidak membuat alat yang bisa mengkonversi petir tersebut menjadi energi listrik, seperti mengubah energi air yang bergerak pdi bendungan pada PLTA menjadi energi listrik.

perkiraan gue energi petir yang terjadi pada satu sesi jika diserap, dikendalikan dan digunakan secara maksimal, bisa digunakan untuk penggunaan listrik satu kota selama beberapa bulan. soalnya energi petir sesaat yang tidak dikendalikan saja mampu membuat peralatan listrik (biasanya bertegangan 220v) dibanyak tempat menjadi korslet dalam satu waktu.

kira-kira gambaran umum alat tersebut seperti ini =

model 1 merupakan alat untuk menyerap energi
model 2 merupakan alat pengendali energi sekaligus pengkonversi dan peyimpan energi
model 3 tempat penyaluran energi tersebut, dirumah atau kantor atau pabrik.

Mungkin saat musim kemarau yang tidak ada petir, alat ini menjadi kurang berguna, tapi kalo penampung energi pada model 2 memiliki kapasitas besar, maka kebutuhan listrik pada saat musim kemarau bisa diatasi.

Bagi yang mau coba bikin, gue saranin mesti bener2 nguasain ilmu-ilmu tentang petir dan listrik, daripada tar kesetrum atau kesambar petir. hehe.
ini cuma iseng2 aja, aslinya gue gak ngerti banyak tentang beginian. hehehehe :D